10 Kata Kata Ajaib Di Film Harry Potter

Posted on
Agen Bola

Fantastic Beasts and Where to Find Them baru aja rilis di Indonesia. Para penggemar pun dijamin (kembali) tersihir melihat penampilan Eddy Redmayne, dkk, saat menggambarkan dunia Harry Potter jauh sebelum Harry Potter lahir di Bumi. Sambil merayakan tayangnya film ajaib tersebut, kita nostalgia sedikit sama kalimat-kalimat ajaib yang pernah terlontar di film Harry Potter, yuk!

 

1. “We’ve all got both light and dark inside us. What matters is the part we choose to act on. That’s who we really are.”- Sirius Black

sirius black

Via Istimewa

Semua kepergian karakter di serial Harry Potter emang tragis dan jadi sumber kesedihan para penggemar, tapi kematian orang tua angkat Harry ini adalah salah satu yang paling mengharukan. Hanya mendapat kesempatan buat mengenal mantan napi penjara Azkaban ini selama dua tahun, Sirius adalah sosok yang membekas banget perannya, secara Harry enggak pernah ngerasain gimana rasanya punya orang dewasa yang bisa dia panggil orang tuanya. Ditambah lagi, Sirius bijaksana banget dan nasihat-nasihatnya kerap membantu Harry di saat sulit. Contohnya kutipan ini. Dia ngeyakinin Harry kalau keturunan yang notabene penyihir jahat enggak bikin dia otomatis jadi orang jahat juga. Mau berbuat jahat ataupun baik, pilihan seseoranglah yang bakalan nunjukkin dirinya yang sebenarnya.

 

2. “Always.” – Profesor Snape

severus snape

Via Istimewa

Aduh….. Kalau para penggembar berat Harry Potter mungkin enggak perlu lagi ditanya tahu kalimat ini apa nggak. Mungkin, baru baca satu kata di atas langsung kebayang kisah cintanya Profesor Snape yang enggak lekang oleh waktu. Walaupun perasaannya enggak terbalaskan, ia tetap sayang sama Lily. Bahkan setelah ditinggal menikah dengan James Potter, Severus tetap menjaga Lily dari jauh, memastikan dia enggak pernah sedih atau terluka. Sampai Harry aja hampir enggak percaya dia se setia itu. “Setelah selama ini, (kau masih cinta ibuku)?” “Selalu.”

 

3. ”It does not do to dwell on dreams and forget to live.” – Albus Dumbledore

dumbledore

Via Istimewa

Dumbledore bukan cuma salah satu tokoh paling tua di serial ini, tapi juga salah satu tokoh paling berpengaruh di hidup Harry. Memang, Harry sempat salah kaprah dan nganggep kalo selama ini Dumbledore memanipulasi dia. Tapi, akhirnya Harry sadar semua itu dilakukan untuk kebaikan orang banyak, dan dirinya sendiri. Lagipula, pelajaran-pelajaran hidup yang dia kasih bermanfaat banget buat Harry, kayak kutipan yang satu ini. “Jangan keterusan bermimpi sampai kamu lupa menjalani kehidupan nyata.” Tuh, guys, jangan sampai lupa yah! Hehehe.

 

4. ”It is the quality of one’s convictions that determines success, not the number of followers.” – Remus Lupin

remus lupin

Via Istimewa

Meskipun yatim piatu, Harry tetap disayang sama banyak orang terdekatnya dan dia pun bersyukur akan hal itu, meskipun sebagai ABG labil dia terkadang khilaf dan masih suka galauin nasibnya yang enggak pernah kenal sama orang tua kandungnya. Salah satu dari banyak orang ini adalah Remus Lupin, salah satu sahabat dekat James Potter. Harry pun hormat banget sama Lupin, hingga akhirnya Ted, putra yang ditinggalkan oleh Lupin dan Tonks setelah mereka gugur di perang terakhir melawan Voldemort, dianggap kayak anak sendiri oleh Harry dan Ginny. Meskipun udah enggak ada, banyak momen-momen yang masih bisa mengingatkan kita akan Werewolf satu ini, contohnya saat dia bilang kalimat keren kayak gini: “kualitas pendirian seseoranglah yang akan menentukan kesuksesannya, bukan jumlah pengikut yang ia miliki.” Bukan berarti yang mayoritas itu selalu benar, guys, jadi percaya diri aja sama apa yang kamu yakinin.

 

5. “Things we lose have a way of coming back to us in the end, if not always in the way we expect.” – Luna Lovegood

luna lovegood

Via Istimewa

Selalu dianggap nyentrik, sifat yang bikin Luna unik ini juga adalah salah satu faktor kenapa dia enggak punya banyak teman. Semua orang menganggap dia aneh dan sulit untuk nyambung sama dia, padahal sebenarnya seperti yang dibuktikan oleh Harry, dia adalah orang yang pintar dan bijaksana. Buktinya, dia pernah ngeyakinin Harry dengan kalimat kayak gini ketika Harry sedang dalam fase enggak terima setelah kehilangan Sirius: “Hal-hal yang hilang atau pergi dari kita punya cara sendiri buat balik lagi ke kita pada akhirnya, meskipun mungkin cara itu enggak selalu bisa kita perkirakan.”

6. “Have a Biscuit, Potter.” – Profesor McGonagall

Si Profesor mata pelajaran Transfigurasi ini selalu jadi tokoh yang mendukung Harry, mau itu diam-diam ataupun yang terlihat jelas. Kayak pada kejadian ini, dimana Harry dihukum detensi oleh Umbridge karena dianggap lancang meskipun si profesor kodok nyebelin (maaf, Viki sebel banget sama Umbridge.) itu yang salah. Saking emosinya, Umbridge mengirim Harry ke kantor si profesor wali Gryffindor ini. Tadinya Harry pasrah bakal kena marah lagi sama McGonagall karena sebelumnya udah diingatkan untuk menjaga sikap didepan sang petugas kementerian yang emang punya niat buat menjatuhkan Harry. Tapi, ternyata cuma ini kalimat yang diucapkan sama doi: “Makan biskuit, Potter.” McGonagall pun ternyata enggak bisa pura-pura lagi kalau dia emang enggak suka sama Umbridge dan selalu ada di pihak Harry. McGonagall, you rock!

 

7. “I’m a mudblood! Mudblood, and proud of it!” – Hermione Granger

hermione granger

Via Istimewa

Diperankan sama si cantik mb Emma Watson di adaptasi filmnya, tanpa tokoh Hermione Granger rasanya enggak akan ada petualangan-petualangan dari buku pertama sampai ketujuh yang sampai sekarang masih kita nikmati. Sebagai karakter pendukung, Hermione adalah representasi kaum perempuan yang strong dan mengagumkan banget. #IndependentWomen For The Win! Selain pintar, dia juga punya kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar, contohnya pas dia menggebu-gebu banget untuk memperjuangkan hak asasi peri-rumah. Sayangnya, segala kelebihannya ini seringkali dipandang sebelah mata sama penyihir-penyihir darah-murni yang arogan. Puncaknya adalah penyiksaan Bellatrix Lestrange yang mengukir tulisan MUDBLOOD di lengan Hermione. Hal ini sempat bikin Hermione depresi, tapi akhirnya ia memutuskan bahwa dia jauh lebih baik dari segala hinaan yang dilayangkan orang. “Aku adalah seorang penyihir berdarah-lumpur! Aku berdarah-lumpur, dan aku bangga!” Tenang aja ‘Mione, Viki juga bangga banget sama kamu.

 

8. Where’s the fun without a bit of risk?” – Fred dan George Weasley

Fred dan George Weasley akan selalu punya tempat spesial di hati kita semua. Kalau udah ada duo kocak ini, segala situasi bisa dibikin sedikit lebih ringan. Meskipun terlihat enggak pernah serius dan kayak enggak ada tujuan yang jelas secara akademis, ternyata si kembar ini emang punya bakat di bidang lain, yaitu berbisnis. enggak mengherankan kan kalau bisnis yang mereka jalankan adalah keahlian mereka: toko lelucon. Patut diacungi jempol deh, prestasi mereka ini. Emang jiwanya sudah jiwa pengusaha dari muda, karena kalau kata mereka, “dimana serunya tanpa sedikit resiko?” Setuju deh Viki sama kalian.

 

9. “Albus Severus, you were named for two headmasters of Hogwarts. One of them was a Slytherin and he was probably the bravest man I ever knew.” -Harry Potter

Meskipun dunia udah damai 19 tahun setelah Harry Potter berhasil ngalahin Voldemort, ternyata persepsi semacam Slytherin itu isinya penyihir-penyihir sombong masih ada aja. Bahkan Albus Severus Potter, putra ketiganya Harry takut kalau sampai masuk Slytherin. Untung dia punya ayah yang bijaksana banget. Asrama manapun yang ia masuki, seperti kata Harry, enggak akan ngurangin rasa sayangnya terhadap Albus. Malah asrama tersebut yang bakal beruntung punya murid kayak Albus didalamnya. Aww, papa Harry emang paling top!

 

10. “Where’s Hermione when you need her?” – Ron Weasley

Kayaknya emang darah Weasley tuh punya bakat humor yang lebih dari rata-rata, deh. Enggak cuman si kembar, tapi sahabatnya Harry ini juga ada aja idenya untuk nyeletuk yang jenaka dan enggak jarang bikin orang sekitar tertawa geli sama tingkahnya. Ron adalah pendukung Harry yang paling loyal, bahkan saat hampir seluruh dunia nganggep The Boy Who Lived aneh dan layak dijauhin. Walaupun begitu, emang enggak bisa dipungkiri kalau kadang sifatnya egois dan kekanak-kanakan, sampai sering banget jadi penyebab dia sama Hermione berantem. Tapi, meski sering berantem, trio ini emang butuh satu sama lain. kalau enggak ada salah satu, enggak lengkap rasanya! Makanya, pas Hermione enggak ada, Ron pun sampai mengeluh. Kemana, sih, dia pergi saat dibutuhkan?

Incoming search terms: